Lamongan, 17/02/2023 Musim penghujan yang terus menerus terjadi membuat sebagian wilayah Lamongan terendam banjir, Polres Lamongan tak tinggal diam dan mengupayakan semaksimal mungkin agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.
Kapolres Lamongan AKBP Yakhob Silvana Delareskha, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Deket bersama anggota Polsek serta Kades Weduni dan Tukkerto dan juga perangkat Desa melaksanakan monitoring wilayah yang terdampak musibah banjir.
Dalam kegiatan tersebut dilakukan pemasangan garis pembatas di sepanjang jalan Desa Weduni dan Tukkerto tepatnya di Dusun Juwet Desa Weduni dan Dusun Sampangan Desa Tukkerto.
Kapolsek Deket AKP Sri Iswati mengatakan pemasangan tali pembatas di sepanjang jalur yang tergenang air cukup tinggi ini sebagai petanda pengendara saat melintas.
“Hari ini kita bersama-sama Pemdes setempat melaksanakan pemasangan pita kuning sebagai tanda pembatas samping jalan agar pengguna jalan tidak terperosok ke sungai,” kata AKP Sri Iswati. Kamis (16/02/2023).
Melihat kondisi air semakin tinggi, pihaknya bersama Pemdes setempat yang daerahnya tergenang air terus memantau dan melakukan pemasangan tali pembatas jalan sebagai petanda batas samping jalan.
“Saat ini kondisi jalan yang tergenang cukup tinggi dan debit airnya tidak menentu dan bisa bertambah sewaktu – waktu, maka dipasanglah tali pembatas sebagai penanda masyarakat saat melintas,” ungkapnya.
Dia berharap dengan adanya garis pembatas pita kuning sebagai tanda batas samping jalan guna memudahkan pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalan yang tergenang air hampir lutut orang dewasa.
“Saya mengimbau pengendara agar konsentrasi saat melintasi jalan yang tergenang banjir, karena konsentrasi adalah modal utama untuk menghindari terjadinya kecelakaan,” pesannya.
Seperti diketahui, kondisi akses jalan Desa Tukkerto hingga Desa Weduni ini di samping kiri dan kanan merupakan area pertambakan. Sehingga dengan pemasangan tali pembatas jalan pita kuning menjadi petanda dan mencegah pengendara terperosok ke sungai.
