Kapolres Lamongan Kunjungi Satpolairud, Edukasi 70 Santri Al Manar soal Penyelamatan Bencana dan Tugas Polisi Perairan
Lamongan – Dalam upaya mempererat hubungan antara kepolisian dengan masyarakat sekaligus memberikan pembekalan keterampilan kebencanaan kepada generasi muda, Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si melaksanakan kunjungan kerja ke Markas Komando (Mako) Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Lamongan. Kunjungan yang berlangsung pada Senin (25/5) itu juga dirangkai dengan kegiatan edukasi bagi puluhan santri Pondok Pesantren Muhammadiyah Al Manar Sedayulawas.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB di depan Kantor Satpolairud Polres Lamongan, Jalan Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, ini diikuti oleh pengurus pondok, para ustadz dan ustadzah, 70 santri, serta 10 guru pendamping. Antusiasme tampak dari wajah-wajah para santri yang sejak pagi sudah berkumpul di area Mako Satpolairud.
Dalam sambutannya, Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, meningkatkan silaturahmi dan hubungan baik antara jajaran Polres Lamongan dengan masyarakat, khususnya kalangan pondok pesantren. Kedua, memberikan motivasi serta pendidikan dasar kebencanaan kepada para santri sebagai generasi muda.
“Kami ingin anak-anak santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan hidup yang bermanfaat. Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan tugas dan fungsi Satpolairud kepada para santri, sekaligus memberikan pemahaman mengenai cara penyelamatan saat terjadi bencana serta wawasan berenang yang baik dan benar,” ujar AKBP Arif di hadapan para peserta.
Kapolres juga menyampaikan motivasi khusus kepada para santri agar lebih giat belajar demi meraih cita-cita. Ia mendorong mereka untuk mengasah kemampuan dasar seperti berenang dan berbagai kegiatan positif lainnya. Menurutnya, kemampuan berenang bukan sekadar olahraga, melainkan bekal keselamatan jiwa, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir seperti Lamongan.
Setelah sambutan Kapolres, acara dilanjutkan dengan sesi pengenalan tugas kepolisian perairan dan udara yang dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polres Lamongan, AKP Guntur, bersama jajaran anggota. Dalam kesempatan tersebut, AKP Guntur menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran rombongan Pondok Pesantren Al Manar Sedayulawas.
“Kami sangat senang menerima kunjungan adik-adik santri. Ini adalah momen berharga untuk berbagi pengetahuan tentang keselamatan di air,” ujar AKP Guntur.
Para personel Satpolairud secara bergantian memperkenalkan berbagai perlengkapan dan alutsista yang digunakan dalam tugas sehari-hari. Mulai dari pakaian dinas polisi perairan dan udara yang khas, hingga alat-alat keselamatan seperti ring buoy (pelampung cincin), life jacket (jaket pelampung), serta berbagai alat apung lainnya yang biasa dioperasikan dalam misi penyelamatan di perairan.
Tidak berhenti di pengenalan alat, para santri juga mendapatkan edukasi langsung mengenai cara penyelamatan saat terjadi bencana alam. Personel Satpolairud mendemonstrasikan teknik-teknik dasar pertolongan di air, termasuk praktik dasar berenang gaya bebas dan gaya dada. Kedua gaya renang tersebut dinilai paling efektif untuk membantu proses evakuasi dan pertolongan korban tenggelam.
Salah satu momen yang paling menarik perhatian para santri adalah saat personel Satpolairud memperkenalkan perahu karet yang biasa digunakan dalam kegiatan Search and Rescue (SAR) dan evakuasi bencana. Perahu karet tersebut dilengkapi dengan mesin tempel dan berbagai perlengkapan darurat. Beberapa santri bahkan diberikan kesempatan untuk melihat langsung dari dekat serta mencoba duduk di atas perahu karet tersebut di bawah pengawasan ketat anggota Satpolairud.
Kapolres Lamongan berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat semakin mengenal keberadaan Mako Satpolairud yang berlokasi di Jalan Sedayulawas, Kecamatan Brondong. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan dan kerukunan demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di wilayah perairan Lamongan.
“Satpolairud hadir untuk melayani dan melindungi masyarakat, terutama yang beraktivitas di sekitar sungai, tambak, dan laut. Jangan ragu untuk datang atau menghubungi kami,” pesan AKBP Arif.
Di akhir kegiatan, para santri juga diberikan imbauan yang sangat praktis. Mereka diminta untuk segera meminta bantuan kepada petugas apabila menemukan situasi darurat atau kejadian yang membutuhkan pertolongan di air. Jangan sekali-kali bertindak sendiri tanpa perlengkapan dan keahlian yang memadai, karena hal itu justru dapat membahayakan diri sendiri.
Dengan adanya program edukasi seperti ini, Polres Lamongan berharap angka kecelakaan air dan fatalitas akibat bencana di wilayah pesisir dapat ditekan. Kesiapsiagaan sejak dini, terutama di kalangan anak muda dan santri, dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk keselamatan bersama.
