Respons Cepat Polsek Babat urai Kemacetan Panjang di Perbatasan Lamongan-Tuban Pasca Kecelakaan
Lamongan – Kemacetan panjang sempat melumpuhkan arus lalu lintas di jalur strategis perbatasan Babat–Tuban, Jawa Timur, pada Jumat pagi (24/04). Merespons cepat pengaduan warga melalui layanan darurat kepolisian 110, jajaran Polsek Babat Polres Lamongan langsung bergerak ke lokasi untuk mengurai kepadatan yang ternyata merupakan efek domino dari kecelakaan lalu lintas di wilayah Widang, Tuban, pada Kamis malam (23/04).
Kapolsek Babat, KOMPOL Chakim Amrullah, S.H., M.H., bersama jajaran personel tidak membuang waktu. Begitu laporan masuk pada Jumat pagi, mereka langsung menuju titik-titik rawan kepadatan di sepanjang Jalan Raya Banaran hingga kawasan Tugu Wingko. Di lokasi, petugas mendapati antrean kendaraan yang mengular cukup panjang, didominasi truk dan kendaraan pribadi yang biasanya memanfaatkan jalur tersebut sebagai akses alternatif menuju Surabaya maupun Bojonegoro.
“Kami menerima laporan melalui call center 110 sekitar pukul 08.00 WIB. Warga melaporkan kemacetan tidak wajar di perbatasan. Setelah kami cek di lapangan, kemacetan ini murni akibat dampak kecelakaan di Widang Tuban yang terjadi semalam. Kendaraan dari arah timur tersendat karena proses evakuasi dan olah TKP di lokasi kecelakaan,” ujar KOMPOL Chakim saat ditemui di sela-sela pengaturan arus.
Kapolsek bersama anggota tidak hanya berdiam diri. Mereka segera menyebar di beberapa simpul kemacetan vital. Titik-titik yang menjadi fokus penguraian antara lain Simpang Tiga Mira, kawasan Tugu Wingko yang terkenal sebagai pusat oleh-oleh, ruas Jalan Bojonegoro, hingga sepanjang Jalan Banaran. Di setiap titik, petugas melakukan pengaturan manual untuk memecah kepadatan dan mencegah kemacetan total.
Langkah paling strategis yang diambil adalah memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan imbauan keras kepada para pengemudi, terutama yang melaju dari arah Bojonegoro menuju Surabaya, untuk beralih menggunakan jalur alternatif. Kapolsek Chakim secara langsung mengimbau pengguna jalan untuk mengambil rute: Babat – Nguwok – Kedungpring – Sugio – Lamongan. Jalur ini dinilai lebih sepi dan mampu menampung volume kendaraan yang dialihkan sementara proses normalisasi arus di jalur utama berlangsung.
“Kami memahami situasi ini sangat merepotkan para pengendara, terutama yang hendak mudik atau mengantar logistik. Oleh karena itu, kami hadir dan meminta masyarakat tidak memaksakan diri melewati jalur yang macet. Putar balik dan ambil jalur alternatif yang sudah kami siapkan. Petugas kami akan memandu di setiap persimpangan,” tambah perwira dengan dua melati di pundak itu.
Kesigapan Polsek Babat ini mendapat apresiasi langsung dari Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd. Ia membenarkan bahwa peristiwa kemacetan panjang terjadi dan merupakan imbas dari laka lantas di wilayah hukum Polres Tuban. Namun, berkat respons cepat yang ditunjukkan Kapolsek beserta jajaran, situasi lalu lintas di wilayah Babat berangsur-angsur dapat dikendalikan dalam hitungan jam.
“Ini bentuk pelayanan prima kepolisian. Begitu ada pengaduan masyarakat melalui 110, langsung kami tindaklanjuti. Pak Kapolsek dan anggota tidak menunggu perintah dari atas, mereka langsung turun ke lokasi. Hasilnya, kepadatan bisa diurai dan masyarakat pun akhirnya bisa melewati jalur dengan lancar setelah dilakukan pengalihan,” jelas IPDA Hamzaid.
Para petugas yang disiagakan juga bertugas ganda. Selain mengatur lalu lintas, mereka juga memberikan edukasi singkat kepada pengemudi truk dan bus untuk selalu menjaga jarak aman serta tidak mendahului di lorong-lorong sempit yang rawan menimbulkan kemacetan baru. Hingga Jumat siang, arus lalu lintas di jalur perbatasan Babat–Tuban mulai menunjukkan grafik penurunan kepadatan signifikan. Kendaraan yang semula mengantre hingga beberapa kilometer perlahan mulai bergerak normal.
Polres Lamongan melalui IPDA Hamzaid juga menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat yang melintasi wilayah hukum Lamongan, khususnya di musim libur panjang atau akhir pekan. Masyarakat diminta untuk selalu mematuhi arahan petugas di lapangan, tidak mudah terpancing emosi di jalan, serta selalu mengutamakan keselamatan berkendara.
“Kami ingatkan lagi, jika sewaktu-waktu mengalami situasi darurat di jalan, seperti kemacetan total, kecelakaan, atau tindak kriminalitas, segera hubungi layanan kepolisian 110. Layanan ini gratis dan akan langsung terhubung dengan pusat komando kami. Jangan ragu untuk melapor karena setiap laporan masyarakat adalah prioritas bagi kami,” tegas IPDA Hamzaid.
Kejadian ini menjadi catatan penting bagi para pengguna jalan bahwa kecelakaan di satu titik bisa berdampak sistemik hingga ke wilayah lain. Namun, dengan koordinasi lintas polres (Lamongan dan Tuban) serta kesiapan personel di lapangan, dampak tersebut mampu diminimalisir. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi di lokasi kecelakaan Widang Tuban masih berlangsung, namun arus lalu lintas di perbatasan Babat dilaporkan sudah berangsur normal dengan pengawalan ketat dari Polsek Babat.
