Polisi Lamongan Justru Temukan Pria Lanjut Usia Kelelahan dan Kelaparan
Lamongan – Cepatnya respons aparat kepolisian dalam menindaklanjuti setiap laporan warga kembali ditunjukkan oleh jajaran Polres Lamongan. Sebuah laporan yang masuk melalui Call Center 110 pada Minggu (7/6) malam mengenai adanya seorang laki-laki diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang meninggal dunia di area persawahan, ternyata tidak sesuai fakta setelah dilakukan pengecekan langsung di lapangan. Alih-alih menemukan jenazah, petugas justru menemukan seorang pria lanjut usia dalam kondisi hidup yang sangat lemas karena kelelahan dan kelaparan.
Peristiwa ini bermula sekitar pukul 22.18 WIB, ketika Operator 110 Polres Lamongan menerima laporan dari masyarakat yang cukup menggemparkan. Pelapor menyebutkan bahwa di area persawahan yang termasuk dalam turut tanah Lingkungan Dapur Utara, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan dan Kabupaten Lamongan, terdapat seorang laki-laki yang diduga ODGJ dan telah meninggal dunia.
Mendapatkan laporan tersebut, Kapolsek Lamongan Kota, KOMPOL M. Fadelan, SH., MM, bergerak cepat. Beliau beserta jajaran anggota, Personel Pengamanan Masyarakat (Pamapta), serta Unit Identifikasi dari Satreskrim Polres Lamongan segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan lebih lanjut. Kecepatan respons ini menjadi bukti keseriusan aparat dalam menanggapi setiap pengaduan masyarakat, terutama yang menyangkut nyawa seseorang.
Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. “Benar, kami menerima telepon dari masyarakat melalui Call Center 110 bahwa telah ditemukan seseorang yang diduga ODGJ. Laporan ini langsung kami tindaklanjuti tanpa jeda,” jelasnya kepada awak media, Senin (8/6).
Setibanya di lokasi yang berada di tengah persawahan yang gelap dan sunyi, petugas segera melakukan pemeriksaan intensif terhadap laki-laki yang dimaksud dalam laporan. Dengan menerangi lokasi menggunakan senter dan lampu kendaraan, petugas mendapati sesosok laki-laki yang tergeletak lemas di area persawahan turut tanah Lingkungan Dapur Utara.
Hasil pengecekan di lokasi langsung membantah isi laporan awal. “Petugas di lokasi tidak menemukan jenazah. Yang ditemukan adalah seorang laki-laki yang tergeletak di area persawahan dalam kondisi masih hidup, namun dengan kondisi fisik sangat lemas,” lanjut IPDA Hamzaid.
Petugas kemudian berusaha menggali informasi dari laki-laki tersebut. Dengan sabar, mereka membangun komunikasi dan menanyakan kondisinya. Laki-laki tersebut yang tampak menggigil dan sulit berdiri, mengaku bahwa dirinya sama sekali bukan seorang ODGJ. Ia mengaku kelelahan luar biasa setelah melakukan perjalanan panjang dengan berjalan kaki dari Kota Surabaya menuju Lamongan.
Lebih memprihatinkan lagi, pria tersebut juga mengaku belum mengonsumsi makanan apapun selama dua hari terakhir. Kondisi ini membuat fisiknya menurun drastis, hingga akhirnya ia jatuh lemas dan tidak berdaya di area persawahan. Ia hanya bisa terbaring karena tidak memiliki tenaga untuk melanjutkan perjalanan atau meminta pertolongan.
“Petugas kami juga telah memastikan secara langsung bahwa yang bersangkutan tidak mengalami gangguan jiwa sebagaimana informasi awal yang diterima. Beliau dalam kondisi sadar penuh, hanya sangat kelelahan dan lapar,” tambah Kasihumas.
Melihat kondisi kritis yang dialami pria tersebut, petugas tidak tinggal diam. Pertolongan pertama segera diberikan di lokasi. Petugas lalu memutuskan untuk membawa laki-laki itu ke RSUD dr. Soegiri Lamongan. Di rumah sakit umum terbesar di Kabupaten Lamongan tersebut, pria itu mendapatkan penanganan medis darurat, termasuk pemberian cairan infus dan makanan hangat untuk memulihkan kondisi fisiknya.
Sementara itu, anggota Unit Identifikasi Satreskrim Polres Lamongan bekerja melakukan identifikasi melalui sidik jari. Upaya ini berhasil mengungkap identitas laki-laki tersebut. Ia diketahui berinisial H (71), seorang warga Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Usianya yang sudah senja dan kondisinya yang rentan menambah simpati petugas.
Tak berhenti sampai di situ, petugas juga bergerak cepat untuk menghubungi pihak keluarga. Melalui koordinasi lintas wilayah, Polres Lamongan meminta bantuan Polres Tanjung Perak untuk menelusuri alamat dan memberitahu keluarga H. Upaya ini pun membuahkan hasil, dan keluarga H di Surabaya telah dihubungi.
“Dari hasil penanganan yang dilakukan secara profesional, dapat kami simpulkan bahwa laporan mengenai adanya ODGJ laki-laki yang meninggal dunia di lokasi adalah tidak benar atau hoaks. Fakta di lapangan sangat berbeda,” tegas IPDA M. Hamzaid.
Ia menekankan bahwa laki-laki yang ditemukan masih dalam keadaan hidup, namun mengalami kondisi lemas akut akibat kelelahan ekstrem dan kelaparan setelah melakukan perjalanan jauh dengan berjalan kaki dari Surabaya ke Lamongan. Jarak antara dua kota tersebut sekitar 60-70 kilometer, sebuah perjalanan yang sangat melelahkan bagi siapa pun, apalagi bagi seorang pria berusia 71 tahun.
Polres Lamongan mengapresiasi niat masyarakat yang telah melaporkan kejadian tersebut. Namun, mereka juga mengimbau agar masyarakat lebih teliti dalam memberikan informasi. Terkait kondisi H saat ini, ia masih menjalani perawatan di RSUD dr. Soegiri Lamongan dan telah dihubungi dengan keluarganya.
