Lamongan, 12 Mei 2025 – Kapolsek Babat Kompol Chakim Amrullah, S.H., M.H. menghadiri kegiatan pengajian bersama yang digelar oleh Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Kecamatan Babat, bertempat di Masjid Baitul Firdaus, Desa Kebalandono, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Senin (12/05).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan aparat keamanan, antara lain Kepala Desa Kebalandono Dasrun, Penasehat LDII Kecamatan Babat KH. Anas, Ketua PC LDII Babat Drs. Marlin, Panit IK Polsek Babat Aiptu Istiyawan Adi A., Bhabinkamtibmas Bripka Imam Mukhrojin, serta Bripda Nasarudin dari Polsek Babat. Jamaah LDII Desa Kebalandono tampak antusias mengikuti pengajian.
Pengajian diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an secara bersama-sama. Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin bulanan LDII yang dibagi dalam beberapa kelompok, yaitu minggu pertama untuk muda-mudi, minggu kedua untuk ibu-ibu, dan seterusnya. Setiap jamaah diwajibkan membawa Al-Qur’an sebagai simbol keseriusan dalam memperdalam ilmu agama.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Babat Kompol Chakim Amrullah menyampaikan tausiyah dan himbauan terkait pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ia mengapresiasi semangat jamaah LDII Desa Kebalandono dalam mengikuti pengajian.
“Alhamdulillah, jamaah LDII di Desa Kebalandono sangat banyak. Ini adalah modal berharga untuk kita bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman di wilayah Kecamatan Babat,” ujar Kompol Chakim.
Selain itu, Kapolsek Babat juga mengimbau masyarakat untuk menolak segala bentuk premanisme. Ia menegaskan bahwa tindakan premanisme tidak memiliki tempat di masyarakat yang damai dan berbudaya.
“Mari kita bersama-sama menolak premanisme dalam bentuk apa pun. Jika menemukan tindakan yang meresahkan, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” tegasnya.
Kapolsek juga menekankan bahwa LDII sebagai organisasi dakwah memiliki prinsip yang selaras dengan Ahlussunnah wal Jamaah dan mengedepankan nilai-nilai keislaman seperti Fathonah (kebijaksanaan), Bithonah (ketajaman berpikir), dan Budi Pekerti Luhur. Nilai-nilai ini menjadi fondasi dalam membentuk masyarakat yang berakhlak mulia.
Kegiatan pengajian berlangsung lancar dan penuh kehangatan, mencerminkan sinergi yang baik antara tokoh agama, aparat, dan masyarakat dalam menciptakan kehidupan beragama yang damai dan harmonis.
