Jelang Idul Adha 2026, Polsek Ngimbang dan Disnakkeswan Lamongan Perketat Pengawasan Hewan Ternak di Perbatasan
Lamongan – Menjelang Hari Raya Idul Adha, lonjakan arus transportasi hewan ternak antar kabupaten mulai terlihat. Mengantisipasi potensi penyebaran penyakit menular dan mengancam stok hewan kurban, jajaran Polsek Ngimbang bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Lamongan menggelar operasi gabungan pendampingan dan pengawasan lalu lintas ternak. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu pagi (17/5/2026) ini difokuskan di titik rawan perbatasan Lamongan-Jombang, tepatnya di Desa Ganggangtingan, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut menyasar seluruh kendaraan pengangkut sapi, kambing, domba, maupun jenis ternak lainnya yang keluar atau masuk wilayah Kabupaten Lamongan. Petugas gabungan dari kepolisian, dokter hewan, dan instansi terkait melakukan pemeriksaan ketat terhadap kondisi fisik serta kesehatan hewan. Langkah ini diambil sebagai respons atas masih adanya ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK) serta *Lumpy Skin Disease* (LSD) yang biasanya meningkat seiring dengan tingginya mobilitas ternak antar daerah menjelang hari raya.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Ngimbang IPTU I Wayan Sumantra, S.H., beserta jajaran personel Polsek Ngimbang, serta Dr. Sofia Nurhayati, S.P., M.Si., selaku Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, didampingi sejumlah pengurus dan petugas kesehatan hewan.
Kapolsek Ngimbang IPTU I Wayan Sumantra, S.H. melalui Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan pengawasan lalu lintas ternak ini merupakan langkah preventif untuk menjaga kesehatan hewan ternak sekaligus melindungi para peternak dari ancaman penyakit menular.
Dari hasil monitoring dan pengawasan yang dilakukan, situasi selama kegiatan berlangsung dinyatakan aman dan kondusif. Petugas tidak menemukan adanya hewan ternak yang terindikasi penyakit menular baik PMK maupun LSD. Meski demikian, petugas tetap memberikan imbauan tertulis kepada seluruh sopir dan peternak untuk selalu menjaga kebersihan kandang, memastikan vaksinasi lengkap, serta segera melapor ke posko terdekat apabila menemukan gejala penyakit menular pada ternak yang mereka angkut.
Dr. Sofia Nurhayati, S.P., M.Si., selaku Kepala Disnakkeswan Lamongan, menyampaikan apresiasinya atas dukungan penuh dari aparat kepolisian. Ia menekankan bahwa menjelang Idul Adha, kebutuhan hewan kurban meningkat drastis, sehingga oknum tidak bertanggung jawab sering kali mencoba menjual hewan yang sakit atau dalam masa inkubasi penyakit. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dengan adanya pendampingan dari Polsek Ngimbang, kami bisa melakukan pemeriksaan lebih efektif, bahkan sampai ke tingkat desa. Ini sekaligus menjadi efek jera bagi pelaku pengiriman hewan tanpa dokumen kesehatan,” ungkapnya.
“Kegiatan pengawasan bersama ini dilakukan menjelang Hari Raya Idul Adha dan diharapkan dapat mencegah masuk maupun menyebarnya penyakit hewan ternak di wilayah Kabupaten Lamongan. Kami juga mengimbau kepada seluruh peternak dan sopir pengangkut ternak agar selalu memperhatikan kesehatan hewan dan mematuhi ketentuan pemeriksaan kesehatan ternak.” imbaunya.
